Diberdayakan oleh Google TerjemahanTerjemahan
Indonesian
 - 
id
Search
Diberdayakan oleh Google TerjemahanTerjemahan
Indonesian
 - 
id
Search

Corona Treatment dan Dyne Level: Mengapa Printing Tidak Menempel pada Plastik PE?

Corona treatment and dyne level for PE film printing

Buyer kadang menemukan printing pada plastik PE mudah terkelupas, tinta tidak merata, atau adhesive sulit menempel. Masalah tersebut tidak selalu berasal dari tinta. Salah satu penyebab penting adalah surface energy film PE yang terlalu rendah.

Polyethylene secara alami memiliki permukaan yang relatif sulit dibasahi oleh banyak ink, coating, dan adhesive. Untuk meningkatkan kemampuan permukaan menerima material tersebut, industri menggunakan corona treatment.

Apa Itu Surface Energy dan Dyne Level?

Agar tinta dapat menempel dengan baik, liquid harus mampu membasahi permukaan film, bukan membentuk bead atau menarik diri.

Dalam industri packaging, kondisi permukaan sering dibicarakan menggunakan istilah dyne level atau wetting tension. Semakin sesuai surface energy film terhadap ink atau adhesive yang digunakan, semakin baik liquid dapat menyebar pada permukaan.

Namun dyne level bukan satu-satunya ukuran adhesion. ASTM D5946 menjelaskan bahwa corona treatment meningkatkan wetting behavior film, tetapi contact angle atau tingkat treatment sendiri tidak sepenuhnya membuktikan adhesion akhir tinta atau coating.

Apa Itu Corona Treatment?

Corona treatment menggunakan electrical discharge berenergi tinggi yang bekerja pada permukaan polymer.

Proses ini mengubah bagian paling luar permukaan film sehingga menjadi lebih polar dan lebih mudah dibasahi oleh ink, coating, atau adhesive.

Film tidak perlu berubah bentuk secara visual. Efek treatment terjadi pada lapisan permukaan yang sangat tipis.

Mengapa PE Perlu Di-Treatment Sebelum Printing?

Untreated PE mempunyai surface energy yang relatif rendah. Ketika tinta memiliki surface tension yang terlalu dekat atau lebih tinggi daripada permukaan film, wetting dapat buruk.

Gejalanya dapat berupa:

  • Tinta berkumpul atau tidak menyebar merata
  • Print mudah tergores
  • Adhesion lemah setelah tape test
  • Coating atau adhesive mengalami delamination
  • Printing terlihat baik awalnya tetapi mudah lepas setelah handling

Corona treatment meningkatkan margin wetting sehingga proses printing menjadi lebih stabil.

Berapa Dyne Level yang Dibutuhkan?

Tidak ada satu angka universal untuk semua printing.

Kebutuhan tergantung pada:

  • Jenis ink: water-based, solvent-based, atau UV
  • Metode printing
  • Adhesive atau coating yang digunakan
  • Resin dan additive film
  • Kecepatan line
  • Usia film setelah treatment

Enercon, salah satu produsen surface-treatment equipment, memberikan general starting ranges untuk printing PE yang berbeda menurut teknologi ink. Angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai panduan awal, bukan acceptance limit universal.

Requirement final sebaiknya ditentukan bersama printer atau converter berdasarkan ink system aktual.

Mengapa Dyne Level Bisa Turun Setelah Produksi?

Corona treatment tidak selalu permanen.

Permukaan polymer dapat mengalami treatment decay selama penyimpanan. Slip additive, contamination, temperatur, resin formulation, serta waktu juga dapat memengaruhi kondisi permukaan.

Artinya, film yang mempunyai dyne level baik langsung setelah extrusion dapat memiliki surface condition berbeda beberapa minggu kemudian.

Jika film akan dicetak setelah penyimpanan panjang, informasi lead time perlu diberikan saat menentukan requirement corona.

Corona Treatment dan Slip Additive Bisa Berinteraksi

Beberapa slip additive bekerja dengan bermigrasi menuju permukaan film setelah extrusion.

Lapisan additive di permukaan dapat memengaruhi wetting dan adhesion. Karena itu, film yang membutuhkan COF rendah sekaligus printing berkualitas harus menyeimbangkan slip requirement dan surface treatment.

Inilah sebabnya spesifikasi “corona treated” saja belum cukup untuk aplikasi yang kritis.

Bagaimana Dyne Level Diperiksa?

Industri menggunakan metode seperti dyne solution atau dyne pen untuk pemeriksaan cepat, sementara metode lain menggunakan contact-angle measurement.

ASTM D5946 menggunakan water contact angle untuk mengevaluasi corona-treated polymer film dan mencatat bahwa treatment dapat bervariasi dari satu titik ke titik lain. Oleh karena itu, beberapa measurement diperlukan untuk memahami uniformity.

Apa yang Harus Ditulis Buyer dalam RFQ?

Untuk film yang akan dicetak atau dilaminasi, informasikan:

  • Sisi film yang perlu di-treatment
  • Proses printing atau lamination
  • Jenis ink/adhesive bila diketahui
  • Target dyne jika ditentukan oleh printer
  • Berapa lama film disimpan sebelum diproses
  • Requirement slip atau anti-block lainnya

Bacaan Terkait

Kesimpulan

Printing tidak menempel pada PE sering berkaitan dengan surface energy dan wettability. Corona treatment meningkatkan kemampuan film menerima ink, coating, dan adhesive, tetapi target treatment harus disesuaikan dengan proses aktual.

Dyne level juga dapat berubah seiring waktu dan dipengaruhi formulation. Karena itu, buyer sebaiknya menyampaikan proses downstream sejak awal.

PT Dynaplast Mandiri menyediakan corona-treated PE film untuk kebutuhan tertentu. Spesifikasi treatment, material, thickness, slip, dan proses printing sebaiknya dievaluasi sebagai satu sistem agar film sesuai dengan kebutuhan converter.